Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Palembang membuka program perekrutan magang ke Jepang. Namun, untuk negara lain seperti Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong, penyaluran dilakukan melalui perusahaan-perusahaan resmi penyalur tenaga kerja luar negeri.
“Silakan melamar melalui 13 perusahaan legal penyalur Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kota Palembang,” jelas Agusti, Kabid Penempatan dan Perluasan Kerja (Penta) Disnaker Kota Palembang, Kamis (21/08/2021).
“Data perusahaan tersebut bisa dilihat di kantor Disnaker. Untuk penyalur asisten rumah tangga, masyarakat yang berminat dapat mendaftar melalui PT Sakinah atau PT Andalan,” imbuhnya.
Agusti menambahkan, ketiga belas perusahaan legal penyalur PMI tersebut sudah memiliki job order dan penempatan tenaga kerja di luar negeri. “Tugas Disnaker hanya menerbitkan rekomendasi pembuatan paspor bagi tenaga kerja yang sudah direkrut oleh perusahaan penyalur.
“Selebihnya, perusahaan yang mengurus seluruh proses keberangkatan calon PMI dari Indonesia hingga ke negara tujuan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat Kota Palembang yang berminat bekerja ke luar negeri agar selalu berkoordinasi dengan Disnaker.
“Silahkan datang langsung ke kantor Disnaker. Kami memiliki unit pelayanan yang siap memberikan informasi terkait perusahaan legal yang memberangkatkan tenaga kerja ke luar negeri,” katanya.
“Informasi juga dapat diakses melalui akun TikTok Ado Gawe milik Disnaker, di mana kami rutin mengupdate lowongan kerja di dalam maupun luar negeri,” sambungnya.
Untuk program magang ke Jepang, Disnaker telah memberangkatkan tiga angkatan sejak tahun 2023. Proses seleksi calon peserta dilakukan secara ketat, mulai dari pendaftaran, verifikasi administrasi, tes bahasa Jepang, tes keterampilan, tes fisik, wawancara dengan pihak Jepang, hingga pengurusan dokumen, visa, pelatihan, dan pemberangkatan.
“Baru-baru ini, Disnaker melaksanakan tes seleksi di Gedung Golden Sriwijaya. Dari 151 pendaftar, hanya 50 orang yang lolos. Seleksinya sangat ketat, seperti tes masuk TNI,” ungkap Agusti.
Sebelum diberangkatkan, peserta akan mendapatkan pelatihan bahasa Jepang selama tiga bulan. Estimasi gaji awal yang diterima peserta sekitar Rp15 juta per bulan, dan dapat meningkat seiring waktu.
Program magang ke Jepang ini merupakan kerja sama antara Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dengan agen-agen penyalur tenaga kerja resmi di Jepang.
Palembang, Indonesia
Full Time
Data Entry
4 hari yang lalu
Part Time
Design Engineer
5 hari yang lalu
2 minggu yang lalu
IT Software
3 minggu yang lalu